Langsung ke konten utama

Postcrossing: kirim kartu pos

Ya ampun, aku seneng banget berkirim surat dan kartu pos. Kayaknya aku lahir di generasi yang salah nggak sih? Aku belum lama daftar postcrossing. Soalnya aku bingung dan takut. Takut nggak punya temen wkwkw. Terus ternyata konsepnya kita kirim ke orang yang nggak kita kenal secara acak gitu. Seruuuu. Aku baru ngirim 1 sih waktu itu karena nyoba dulu kan.

Pertama kali itu, aku kirim ke Jerman. Deg-deg an banget. Takut ilang atau apa. Tapi karena sebelumnya udah pernah kirim surat ke Jerman, dan udah pernah juga kirim kartu pos ke Prancis, dan semuanya sampai tujuan dengan selamat, jadi aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya (wkwkwk)

Dan kartu pos yang aku kirim waktu itu tuh kartu pos tipis yang beli di kantor pos. Harganya 500 an, murah banget kan? Iya soalnya gambarnya juga ga ada yang lain. Kayak udah jadul banget gitu mungkin udah disimpen bertahun tahun dan ga ada yang beli kartu pos lagi jaman sekarang. Sedih deh. Yaudahlah karena aku belum punya kartu pos apa-apa jadi aku pake itu aja. Waktu kirim postcard ke Prancis juga aku pake itu. Gapapa deh ya hehe

Terus waktu ada notif kalo kartu pos nya nyampe, aku seneng banget dong. Katanya kalo udah sampe, aku berhak menerima kartu pos dari orang lain juga. Gitu konsepnya. Tapi aku sempet hopeless karena alamatku di web postcrossing salah mulu, katanya kurang lengkap gituu. Bingung perasaan udah sangat lengkap itu aku nulisnya duh, nasib rumahnya di kabupaten dan enggak di perumahan mungkin ya jadi agak sulit.

Dah tu, nggak ada notif suruh benerin alamat lagi kan, lalu aku mau kirim kartu pos lagi. Aku kirim 2 langsung deh. Yang 1 ke Beijing, China, terus yang satunya ke Washington, USA. Wow keren banget kan? Aku belum pernah ke negara-negara itu. Aku bahkan belum pernah naik pesawat. Tapi menyenangkan rasanya kalau mikir kartu pos dan surat-surat kecilku, tulisan tangan dan stiker-stikerku bisa berpetualang ke negara-negara itu. Hehehe. Surat dan postcardku jalan-jalan, akunya mungkin nyusul beberapa tahun yang akan datang (aamiin)

Oh ya, aku mau tulis di sini harga-harga perangko yang aku kirim ke beberapa negara ini, tapi postcard ya bukan surat, soalnya kalau surat kan lebih berat timbangannya.

Ok jadi yang pertama, waktu ke Jerman itu, aku lupa deh berapa ya. Tapi nggak sampai 10.000 kayaknya. Kalau nggak salah sih 9.000. Oh ya benar 9.000 soalnya aku sempet poto waktu itu, nanti potonya aku cantumin di akhir deh

Terus yang kedua, postcard ke China itu, harga perangkonya 6.000 murah banget? Terus yang ke Amerika harganya 10.000. Kayaknya besok-besok aku beli perangkonya dulu aja kalau udah tau harga-harganya jadi bisa nyetok perangko di rumah. 

Fyi, aku lahir tahun 2000 an, jadi aku nggak pernah merasakan berkirim surat dan kartu pos beneran. Maksudku, yang beneran dialami mamaku. Katanya dulu sering nerima dan kirim surat waktu belum ada hp kan ya. Dan kartu pos dikirim ke radio untuk kirim salam. Terus juga kirim kartu pos untuk lomba. Terus katanya juga harga perangkonya dulu cuma 500. wkwkw mungkin karena deket juga ya. Kalau ke luar negeri berapa ya jaman itu? mungkin 2000? Hahaha. Seru banget ya kalo dibayangin. 

Dulu waktu kecil, pas baca majalah bobo tentang sahabat pena, aku penasaran. Aku tanya ke mamah/ayah kan terus aku pengen, tapi nggak diizinkan, yaudah nggak papa, sekarang gedenya malah jadi terobsesi sama kantor pos things.

Sekarang di Indonesia udah sangat jarang yang suka berkirim surat dan kartu pos. Udah nggak jaman lagi. Lebih praktis chattingan, sama kirim lewat email. Tapi aku bersyukur karena aku punya kesempatan untuk rasain ini walaupun udah enggak di jamannya lagi. Nggak papa, di negara lain masih banyak sekali yang suka kegiatan berkirim surat dan aku akan punya banyak teman. Senang :D

Nggak sabar menunggu kartu pos pertamaku yang dari postcrossing. Duh apa bahkan ada yang mau kirim postcard ke aku ya? Kalau nggak ada gimana? wkwkw yaudahlah


hehe lucu yah

ini 2 kartu pos yang aku kirim tadi sore. Kalo suratnya sih buat penpal aku, belum dikirim tp ikut difoto hehehehehehe


Komentar

  1. Wahh lucu banget, aku jadi tertarik mau nyoba juga😁

    BalasHapus
  2. Seru bangeeet berkirim kartu pos lintas negara... sepertinya dulu saat sekolah, aku juga bikin akun di platform postcrossing, tapi nggak pernah bener-bener terlaksana untuk mengirim kartu pos.

    Selamat menjajaki hobi postcrossing-nya yaa! Salam kenal!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai kak Sekar, salam kenal juga :)

      Iya kak, kegiatan kirim surat dan kartu pos menyenangkan, lumayan untuk mengusir stress karena tugas kuliah hehehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

a girl looking at art

7 Mei 2023 (Minggu) Halooo :D hari ini aku pergi ke pameran seni di Yogyakarta. Aku pergi sama temenku. Kita berangkat jam 2. Hari ini lumayan mendung, tapi kita nggak kehujanan sih cuma gerimis aja. Kita pergi ke 3 tempat hehehe. Capek banget tapi seneng. Jadi, yang pertama kami ke Bentara Budaya, yang deket Gramedia sama Togamas Kotabaru. Di sana ada pameran yang judulnya “Bumi Sriwedari”. Cantik-cantik lukisannya. Nama senimannya Bapak Herjaka Hs. Beliau punya novel juga. Karyanya banyak sekali. Terus, dari semua yang aku lihat, ada satu yang aku ingat banget. Judulnya “Semoga semua makhluk berbahagia” dari judulnya aja udah cantik, lukisannya juga cantik. Jadi ada 2 makhluk (kalau di gambarnya itu gambar wayang (?) maaf aku nggak terlalu ngerti tentang seni) terus di latar belakangnya banyak bunga warna-warni. Seperti dunia itu cerah sekali rasanya hehehe :D Oh iya, di sana ada postcard sama bookmark juga. Aku sempet tanya sama kakaknya, harganya 30 ribu, dapat 3 postcard sama 2 bo...

The Yellow Envelope (English)

 It's been a year since Ruby first received an anonymous letter in the school locker. Today she received it again. The first letter Ruby received was when she was in 1st grade of high school. At that time she was confused and afraid. Suddenly, in her locker there is a yellow envelope. She brought it home. It turned out that the contents of the birthday greetings were written in beautiful sentences like poetry. The handwriting is neat. Along with the letter, there was a painting of a rose in the moonlight and had the words 'In a moonlight garden, when roses never fade' written on the back. What does it mean? Ruby never found out who sent the letter. All she knows is that she has a secret admirer. Maybe. But if it's true, how cool is that. But to be honest, Ruby was really curious. However, she never told anyone about it. Today Ruby received it again. The envelope is still the same, yellow. Realizing that someone had bothered to deliver it to the locker made Ruby flutter....

HAPPY NEW YEAR

 Selamat tahun baru 2023! (telat tapi yaudah) Ada yang bilang tahun 2022 berjalan cepet banget sampe nggak kerasa. Ada lagi yang bilang kerasa banget saking beratnya. bagiku sendiri biasa aja sih, berjalan dengan baik dan menyenangkan walaupun banyak pressure tapi karena udah sampai sini jadi udah lewat, nggak usah dipikirin. Aku mulai berani nulis di sini tahun 2022, jadi kupikir aku mulai nggak peduli sama pemikiran orang lain di tahun ini dan itu baik. Kadang masih suka overthinking sih tapi nggak lama. Lagian kan nggak ada juga yang peduliin banget eksistensi setiap manusia. Sebenernya pengen juga nulis di medium atau media lain tapi aku masih belum berani :( kapan ya aku berani? Nanti deh, jangan semuanya harus selesai sekarang. Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, tahun 2022 menyenangkan. Aku banyak belajar. Aku belajar buat jadi sedikit lebih berani. Orang-orang mungkin nggak lihat, tapi aku rasain itu. Aku juga belajar untuk nggak perlu memikirkan sesuatu secara berlebih...