Cuaca hari ini sangat cerah. Langit yang cerah selalu membuatku merasa hangat.
Aku sedang dalam perjalanan pulang ketika aku tidak sengaja melihat kurir. Ketika melihat pengantar surat, aku jadi ingat salah satu kalimat dari film favoritku. Karakternya bilang, pengantar surat adalah pekerjaan paling menyenangkan sedunia karena mereka mengantarkan kebahagiaan. Aku setuju.
Omong-omong tentang surat, aku jadi teringat sesuatu yang terjadi beberapa tahun yang lalu.
Waktu itu aku masih duduk di bangku SMA. Emosiku masih sangat labil dan mudah marah. Seingatku, dulu aku bertengkar dengan adikku sampai kepalaku terbentur dan pingsan, tapi orang tuaku tidak menyalahkan adikku. Jadi aku marah dan kecewa.
Tapi aku tidak tahu harus bercerita pada siapa, jadi kutulis semua perasaanku pada selembar kertas.
Keesokan harinya, aku melemparkan surat dalam amplop ke kotak surat depan sekolah. Tidak ada nama pengirim dan penerima. Mungkin Pak Pos hanya akan membuangnya.
Namun, yang terjadi seminggu kemudian benar-benar mengejutkanku. Ada surat yang ditujukan untukku di pemberitahuan ruang TU sekolah. Di sana tertulis untuk “Sunshine Writer”. Aku terkesiap karena itu nama penaku. Aku ingat menulis nama itu di akhir suratku kemarin.
Ternyata, surat itu adalah surat balasan dari Pak Pos. Jelas surat ini dari Pak Pos. Beliau menulis kalimat-kalimat motivasi untukku. Aku benar-benar ingin tenggelam. Tapi di sisi lain aku bersyukur karena siapapun itu, beliau berhasil membuatku sedikit tersenyum.
Surat itu masih ada. Setiap kali membacanya, aku merasa bersyukur karena ada seseorang yang mau repot-repot menulis untuk gadis SMA tidak jelas yang sedang marah dan kebingungan.
Sekarang sudah satu windu berlalu, aku sudah menjalani kehidupan yang sejak dulu aku inginkan. Aku harap beliau baik-baik saja dimanapun beliau berada.
Profil Penulis:
Halo, aku Diva. Selain suka baca dan nulis, aku juga suka nulis surat untuk teman pena. Kalau mau berteman bisa cari aku di instagram @dipricey ya!
note: draft lomba FME 8 Ellunar kategori cerita mini submit 12 Desember 2022
BY THE WAY cerita ini terinspirasi dari cerita mamaku haha. Jadi beliau cerita kalau dulu waktu masih SMK pernah sedih karena dia disuruh-suruh pekerjaan rumah terus sama mbah uti, tapi kakak sama adeknya nggak pernah disuruh-suruh. Jadi mamaku kesel dan marah tapi nggak bisa cerita ke siapa-siapa. LUCU banget waktu mamaku cerita kalau dia ternyata nulis surat, nggak ada nama pengirim. Nggak ada nama penerima. Nggak ada perangko. Cuma surat aja dimasukin ke amplop. Surat itu dimasukin ke kotak pos di depan sekolah. Terus di akhir surat ditulis "Anak Kedua dari Lima Bersaudara" sebagai identitasnya. HAHAHA lucu banget pas mamaku cerita kaget ternyata surat itu dibales sama Pak Pos. Beliau kirim surat ke sekolah, ditujukan untuk Anak Kedua dari Lima Bersaudara. Ya ampun. Mamaku sampe speechless terus malu jadi bacanya diem-diem. Terus isi suratnya tentang nasehat-nasehat orang tua gitu deh. Udah lupa juga lengkapnya gimana. Semoga Pak Pos nya dimanapun beliau berada sekarang selalu dilimpahi kebahagiaan dan disayang Allah.
Cerita mini ini memang sangat nggak jelas tapi nggak papa biar bisa dibaca lagi kapan-kapan LOL
Komentar
Posting Komentar